h1

Kelelahan (Fatique)

Juli 2, 2009

Lelah pada umumnya diartikan dengan menurunnya efisiensi, performans kerja, dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh karena menjalankan aktivitas secara terus menerus. Perasaan lelah sebenarnya bukan hal yang tidak mengenakkan asalkan bisa istirahat, tetapi jika tidak maka akan membuat seseorang merasa tersiksa. Hadirnya perasaan lelah berarti menyuruh untuk menghindari ketegangan lebih lanjut dan memberi kesempatan untuk pulih segar kembali.

Ada beberapa macam kelelahan seperti:

  1. Lelah otot, hal ini bisa dilihat dalam bentuk munculnya gejala sakit yang amat sangat ketika otot harus menerima beban yang berlebihan.
  2. Lelah visual, yaitu lelah yang diakibatkan keetegangan yang terjadi pada organ visual yang berkonsentrasi secara terus menerus pada suatu objek.
  3. Lelah mental, kelelahan ini bukan diakibatkan secara langsung oleh aktivitas fisik melainkan lewat kerja mental (proses berfikir).
  4. Lelah monotonis, yaitu jenis kelelahan yang disebabkan oleh aktivitas kerja yang bersifat rutin, monoton ataupun lingkungan kerja yang sangat menjemukan.

Kelelahan yang disebabkan oleh sejumlah faktor yang berlangsung secara terus menerus dan terakumulasi akan menyebabkan apa yang disebut dengan “kelelahan kronis”. Gejala-gejala yang tampak jelas akibat kelelahan kronis ini dapat dicirikan seperti:

  1. Meningkatnya emosi dan rasa jengkel sehingga orang menjadi kurang toleran atau asosial terhadap orang.
  2. Munculnya sikap apatis terhadap pekerjaan.
  3. Depresi berat, dan lain-lain.

Salah satu efek yang jelas dari kelelahan adalah berkurangnya kewaspadaan  orang tidak akan mampu berkonsentrasi terus menerus untuk kegiatan mental atau motor. Setelah mengalami kegiatan ketegangan selama masa tertentu, akan terjadi gangguan pada persepsi, dan kecepatan reaksinya pun memanjang.

Dari sekian banyak kelelahan seperti yang telah diuraikan di atas, maka timbulnya rasa lelah dalam diri manusia merupakan proses yang terakumulasi dari berbagai penyebab dan mendatangkan ketegangan (stress) yang dialami tubuh manusia. Untuk menghindari akumulasi kelelahan yang terlalu berlebihan, diperlukan adanya keseimbangan antara sumber datangnya kelelahan (faktor penyebab kelelahan) dengan proses pemulihan (recovery). Proses pemulihan dapat dilakukan dengan cara memberikan waktu istirahat yang cukup dan terjadwal.

One comment

  1. tolong jelaskan lebih rinci dong tentang lelah visual..



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: