h1

JUST IN TIME (JIT)

Juli 2, 2009

1. Pengertian Just In Time (JIT)

Sistem produksi tepat waktu (JIT) adalah sistem produksi yang bertujuan untuk menghasilkan unit yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan dalam waktu yang diperlukan.

Ide dasar sistem produksi tepat waktu (JIT) adalah menghasilkan sejumlah barang yang diperlukan saat diminta dengan menghilangkan segala macam pemborosan sehingga diperoleh biaya produksi yang rendah.

Sistem produksi tepat waktu (JIT) bukanlah ilmu yang memerlukan analisis kuantitatif maupun kualitatif yang begitu rumit, lebih tepatnya JIT bisa dikatakan sebagai metode pendekatan, filosofi kerja, konsep ataupun strategi manajemen yang dimaksud dan tujuannya adalah mencapai performansi yang tinggi dalam proses manufacturing. JIT adalah filosofi manufakturing untuk menghilangkan pemborosan dalam total prosesnya mulai dari proses pembelian sampai distribusi.

2. Konsep Dasar Just In Time

Konsep dasar JIT dalam proses produksi atau sistem manufaktur fabrikasi pada prinsipnya pabrik hanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta, sejumlah yang diperlukan, pada saat yang dibutuhkan. Sasaran utama dalam JIT adalah membuat kelancaran produksi sehingga tidak mengganggu jalannya aliran bahan dari pemasok sampai pelanggan terakhir dengan tepat.

Terdapat empar konsep dasar dalam melaksanakan JIT, yaitu:

  1. Produksi JIT adalah memproduksi apa yang dbutuhkan, hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan.
  2. Autonomasi, merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya.
  3. Tenaga kerja yang fleksibel, pekerja dengan fungsi ganda.
  4. Pemikiran kreatif, yang berarti memperhatikan saran para pekerja.

Guna mencapai empat konsep dasar ini maka diterapkan sistem dan metode sebagai berikut:

  • Sistem kanban untuk mempertahankan produksi JIT.
  • Metode pelancaran produksi, untuk menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan.
  • Perpendekan waktu penyiapan, untuk mengurangi waktu pesanan produksi.
  • Tata ruang mesin dan pekerja fungsi ganda untuk konsep tenaga kerja yang fleksibel.
  • Aktivitas perbaikan melalui kelompok kecil dan sistem saran untuk meningkatkan moril tenaga kerja.
  • Sistem pengendalian visual untuk mencapai konsep autonomasi.
  • Sistem manajemen fungsional untuk mempromosikan pengendalian mutu ke seluruh bagian perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: