h1

Keseimbangan Lintasan (Line Balancing)Produksi


Permasalahan Keseimbangan Lintasan Produksi

Dalam suatu industri, perencanaan produksi sangat memegang peranan penting dalam membuat penjadwalan produksi terutama dalam pengaturan operasi atau penugasan kerja yang harus dilakukan. Jika pengaturan dan perencanaan yang dilakukan kurang tepat maka akan dapat mengakibatkan stasiun kerja dalam lintasan produksi mempunyai kecepatan produksi yang berbeda. Hal ini mengakibatkan lintasan produksi menjadi tidak efisien karena terjadi penumpukan material di antara stasiun kerja yang tidak berimbang kecepatan produksinya.

Permasalahan keseimbangan lintasan produksi paling banyak terjadi pada proses perakitan dibandingkan pada proses pabrikasi. Pergerakan yang terus menerus kemungkinan besar dicapai dengan operasi-operaasi perakitan yang dibentuk secara manual katika beberapa operasi dapat dibagi dengan durasi waktu yang pendek. Semakin besar fleksibilitas dalam dalam mengkombinasikan beberapa tugas, maka semakin tinggi pula tingkat keseimbangan tingkat keseimbangan yang dapat dicapai, hal ini akan membuat aliran yang muls dengan membuat utilisasi tenaga kerja dan perakitan yang tinggi (Nasution, 1999:137). Adanya kombinasi penugasan kerja terhadap operator atau grup operator yang menempati stasiun kerja tertentu juga merupakan awal masalah keseimbangan lintasan produksi, sebab penugasan elemen kerja yang berbeda akan menimbulkan perbedaan dalam jumlah waktu yang tidak produktif dan variasi jumlah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran produksi tertentu dalam lintasan tersebut. Masalah-masalah yang terjadi pada keseimbangan lintasan dalam suatu lintasan produksi biasanya tampak adanya penumpukan material, waktu tunggu yang tinggi dan operator yang menganggur karena beban kerja yang tidak teratur. Untuk memperbaiki kondisi tersebuut dengan kseimbangan lintasan yaitu dengan menyeimbangkan stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diinginkan.

Keseimbangan yang sempurna tercapai apabila ada persamaan keluaran (output) dari setiap operasi dalam suatu runtutan lini. Bila keluaran yang dihasilkan tidak sama, maka keluaran maksimum mungkin tercapai untuk lini operasi yang paling lambat. Operasi yang paling lambat menyebabkan ketidakseimbangan dalam lintasan produksi. Keseimbangan pada stasiun kerja berfungsi sebagai sistem keluaran yang efisien. Hasil yang bisa diperoleh dari lintasan yang seimbang akan membawa ke arah perhatian yang lebih serius terhdap metode dan proses kerja. Keseimbangan lintasan juga memerlukan ketrampilan operator yang ditempatkan secara layak pada stasiun-stasiun kerja yang ada. Keuntungan keseimbangan lintasan adalah pembagian tugas secara merata sehingga kemacetan bisa dihindari. (Setiawan, 2000).


Pengaruh Kecepatan Lintasan Terhadap Penyusunan Stasiun Kerja

Hal yang berpengaruh pada penyusunan stasiun kerja adalah kecepatan lintasan yang ditentukan dari tingkat kapasitas permintaan serta waktu operasi terpanjang. Semakin tinggi kecepatan lintasan, jumlah stasiun kerja yang yang dibutuhkan akan menjadi semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah kecepatan lintasan perkitan maka jumlah stasiun kerja yang dibutuhkan menjadi semakin sedikit. (Kusuma, 2002).


Presedence Diagram

Precedence diagram digunakan sebelum melangkah pada penyelesaian menggunakan metode keseimbangan lintasan. Precedence diagram sebenarnya merupakan gambaran secara grafis dari urutan operasi kerja, serta ketergantungan pada operasi kerja lainnya yang tujuannya untuk memudahkan pengontrolan dan perencanaan kegiatan yang terkait di dalamnya. (Baroto, 2002),

Adapun tanda yang dipakai dalam precedence diagram adalah:

1. Simbol lingkaran dengan huruf atau nomor di dalamnya untuk mempermudah identifikasi asli dari suatu proses operasi.

2. Tanda panah menunjukkan ketergantungan dan urutan proses operasi. Dalm hal ini, operasi yang ada di pangkal panah berarti mendahului operasi kerja yang ada pada ujung anak panah.

3. Angka di atas simbol lingkaran adalah waktu standar yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap proses operasi.


Istilah-Istilah Dalam Line Balancing:

a. Waktu Menganggur (Idle Time)

Idle time adalah selisih atau perbedaan antara Cycle Time (CT) dan Stasiun Time (ST), atau CT dikurangi ST. (Baroto, 2002).

1

Keterangan:

n = Jumlah stasiun kerja

Ws = Waktu stasiun kerja terbesar

Wi =Waktu sebenarnya pada stasiun kerja

i = 1,2,3,…,n

b. Keseimbangan Waktu Senggang (Balance Delay)

Balance Delay merupakan ukuran dari ketidakefisienan lintasan yang dihasilkan dari waktu mengganggur sebenarnya yang disebabkan karena pengalokasian yang kurang sempurna di antara stasiun-stasiun kerja. Balance Delay dapat dirumuskan sebagai berikut (Baroto, 2002):

2

Keterangan:

D = Balance Delay (%)

n = Jumlah stasiun kerja

C = Waktu siklus terbesar dalam stasiun kerja

∑ti = Jumlah semua waktu operasi

ti = Waktu operasi

c. Efisiensi Stasiun Kerja

Efisiensi stasiun kerja merupakan rasio antara waktu operasi tiap stasiun kerja (Wi) dan waktu operasi stasiun kerja terbesar (Ws). Efisiensi stasiun kerja dapat dirumuskan sebagai berikut (Nasution, 1999):

3

d. Efisiensi Lintasan Produksi (Line Efficiency)

Line Efficiency merupakan rasio dari total waktu stasiun kerja dibagi dengan siklus dikalikan jumlah stasiun kerja (Baroto, 2002) atau jumlah efisiensi stasiun kerja dibagi jumlah stasiun kerja (Nasution, 1999).

Line Efficiency dapat dirumuskan sebagai berikut:

4

Keterangan:

STi = Waktu stasiun kerja dari ke-i

K = Jumlah stasiun kerja

CT = Waktu siklus

e. Smoothest Indeks

Smoothet Indeks merupakan indeks yang menunjukkan kelancaran relatif dari penyeimbangan lini perakitan tertentu.

5

Keterangan:

ST max = Maksimum waktu di stasiun

STi = Waktu stasiun di stasiun kerja i

f. Work Station

Work Station merupakan tempat pada lini perakitan di mana proses perakitan dilakukan. Setelah menentukan interval waktu siklus, maka jumlah stasiun kerja yang efisien dapat ditetapkan dengan rumus (Baroto, 2002):

6

Keterangan:

ti =Waktu operasi (elemen)

C = Waktu siklus stasiun kerja

Kmin = Jumlah stasiun kerja minimal.

15 komentar

  1. wah bagus nih, cukup lengkap.
    thx ya sharenya ckp membantu utk referensi nih :)


  2. tlong kasih tahu ttg baik buruknya metode j-wagon .,.dari definisinya ,.tujuan .fungsi.,.manfaat menggunakan metode j-wagon.,.serta contoh soal beserta penyelesaiannya.,.


  3. kan yang dijelaskan lebih kepada penyeimbangan lini produksi untuk lini perakitan, bagaimana dengan lini pabrikasi…?
    metode apa yang cocok untuk menyeimbangkan lini pabrikasi?
    mohon infonya


  4. line balancing kalo di terapkan di produksi yg berbasis ‘job order’ bisa gak ya,…..?
    kriteria nya apa aja.?

    makasih,….”


  5. ad gak buku tentang keseimbangan lintasan produksi ini??


  6. ada yang tau referensi buku tentang metode di atas gak ya ?


  7. contoh soal J_wagon gimana? plis


  8. bisa nggk ya dgnakan dalm mngatur sistem antrian?? klo bisa mtode ap yg cocok ya..??


  9. tlg pnjelasan, teori n info ttg metode j-wagon, pliisss

    thx


  10. Saya mau tnya,klo menentukan waktu siklus untuk metode RPW itu gmn caranya ya??klo ada boleh tau referensi bukunya?
    trima kasih


  11. kan line balanching ada macem2 metode.. apa bileh dari masihng2 itu hasilnya berbeda apa ngak ya???


  12. Sorry…, g punya.


  13. Punya e-book nya Buffa Elwood gak ya? Yang tentang Line Balancing. Thx b4

    Regards,
    Endoenk


  14. 1. Metode Heigesson-Birnie.
    Disebut juga dengan metode RPW ( Ranked Positional Weight ). Cara penentuan bobot dari precedence diagram yang dimulai dari proses akhir.
    RPW = waktu proses operasi tersebut + waktu proses operasi-operasi berikutnya (11.16)
    Metode ini mengutamakan waktu elemen kerja yang terpanjang, dimana elemen kerja ini akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk ditempatkan dalam stasiun kerja dan diikuti oleh elemen kerja yang lain yang memiliki waktu elemen yang lebih rendah. Proses ini dilakukan dengan memberikan bobot yang didapatkan dengan cara tersebut diatas. Bobot ini diberikan pada setiap elemen kerja dengan memperhatikan diagram precedence.
    Dengan sendirinya elemen pekerjaan yang memiliki ketergantungan yang besar akan memiliki bobot yang semakin besar pula. Prosedur dari metode ini :
    • Gambar jaringan precedence sesuai dengan keadaan sebenarnya.
    • Tentukan positional weight ( bobot posisi ) untuk setiap elemen pekerjaan dari suatu operasi yang memiliki waktu penyelesaian ( waktu baku ) terpanjang mulai dari awal pekerjaan hingga ke akhir elemen pekerjaan yang memiliki waktu terendah.
    • Urutkan elemen pekerjaan berdasarkan positional weight pada langkah ke 2 diatas. Elemen pekerjaan yang memiliki positional weight tertinggi diurutkan pertama kali.
    • Lanjutkan dengan menempatkan elemen pekerjaan yang memiliki positional weight tertinggi hingga ke yang terendah ke setiap stasiun kerja.
    • Jika pada setiap stasiun kerja terdapat kelebihan waktu dalam hal ini waktu stasiun melebihi waktu siklus, tukar atau ganti elemen pekerjaan yang ada dalam stasiun kerja tersebut ke stasiun kerja berikutnya selama tidak menyalahi diagram precedence.
    • Ulangi langkah ke 4 dan ke 5 diatas sampai seluruh elemen pekerjaan sudah ditempatkan ke dalam stasiun kerja.
    2. Metode Region Approach.
    Pendekatan ini merupakan perbaikan Hiegesson Birnie oleh Mansoor dimana dijamin memberikan hasil yang optimal. Pendekatan ini melibatkan pertukaran antara pekerjaan setelah keseimbangan mulu-mula diperoleh. Pendekatan ini tidal layak untuk jaringan besar serta kombinasi pekerjaan yang dapat dipertukarkan dapat menjadi kaku. Dasarnya adalah OPC yang ditransformasikan menjadi precedence diagram dengan langkah-langkah sebagai berikut :
    • Membagi operasi dalam precedence diagram dalam beberapa region/daerah dengan syarat dalam satu daerah tidak boleh ada operasi yang saling bergantungan.
    • Susun ranking operasi dalam tiap daerah ( dari waktu proses yang terbesar ).
    • Tentukan waktu siklus actual dan waktu siklus teoritis.
    • Kelompokkan operasi dalam stasiun kerja berdasarkan syarat-syarat diatas.
    • Susun pola aliran produksi.
    3. Metode Largest Candidate Rule
    Prinsip dasarnya adalah menggabungkan proses-proses atas dasar pengurutan operasi dari waktu proses terbesar. Sebelum dilakukan penggabungan, harus ditentukan dahulu, berapa waktu siklus yang akan dipakai. Waktu siklus ini akan dijadikan pembatas dalam penggabungan operasi dalam satu stasiun kerja.
    Adapun prosedur secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut :
    • Urutkan semua elemen kerja dari yang paling besar waktunya hingga yang paling kecil.
    • Elemen kerja pada stasiun kerja pertama diambil dari urutan yang paling atas. Elemen kerja pindah ke stasiun berikutnya, apabila jumlah elemen kerja telah melebihi waktu siklus dengan memperhatikan precedence diagram.
    • Lanjutkan proses langkah 2, hingga semua elemen kerja telah berada dalam stasiun kerja dan memenuhi ≤ waktu siklus ( cycle time )
    4. Metode J-Wagon (Aquilano)
    Metode heuristic ini mengutamakan jumlah elemen kerja yang terbanyak, dimana elemen kerja tersebut akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk ditempatkan dalam stasiun kerja dan diikuti oleh elemen kerja lain yang memiliki jumlah elemen kerja yang lebih sedikit. Apabila terdapat dua elemen kerja yang memiliki niali bobot yang sama, maka prioritas akan diberikan kepada elemen kerja yang memiliki waktu pengerjaan lebih besar, karena metode ini serupa dengan metode Heigesson Birnie (RPW), hanya saja dalam menentukan bobot yang dihitung adalah jumlah operasi maka prosedur selanjutnya sama dengan metode Heigesson Birnie ( RPW).
    Bobot ( J-wagon ) = jumlah proses operasi-operasi yang bergantung pada operasi tersebut (11.17)
    Pengelompokkan operasi kedalam stasiun kerja dilakukan atas dasar urutan bobot tersebut dari yang terbesar, dan juga memperhatikan pembatas berupa waktu siklus.


  15. ada yg tau metode weight position ranked, region approach dan latest condition rule? tlg dijelasin…sm plus minusnya ya..mksh…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: